Rabu, 29 Juni 2016

Merumuskan Hipotesa

Langkah 1. Merumuskan Hipotesa
Hipotesa nol adalah suatu pernyataan mengenai nilai parameter populasi

Misalkan :
Rata-rata hasil investasi TV Cantik Manis tidak berbeda secara nyata dari 13,17% atau rata-rata hasil investasi TV Cantik Manis sama dengan 13,17%, maka
Hipotesa nol dilambangkan ,                          Ho : = 13,17%
Hipotesa alternative dilambangkan,       H1 :
Hipotesa alternatif adalah suatu pernyataan yang diterima jika data sampel memberikan cukup bukti bahwa hipotesa nol adalah ditolak

Langkah 2. Menentukan Taraf Nyata ()

Taraf nyata adalah :

-    probabilitas menolak Ho apabila Ho  tersebut adalah benar.

-    nilai kritis yg dijadikan sebagai dasar utk menerima atau menolak Ho dilambangkan dengan , dimana = 1- C

-    C adalah tingkat keyakinan. Apabila C = 0,95, maka 1-0,95 =0,05 Semakin besar nilai C, maka semakin kecil nilai

-    Besar kecilnya nilai  tergantung pada berapa besarnya tingkat kesalahan yang menyebabkan risiko dapat diterima, semakin besar tingkat ke yakinan C dan semakin kecil taraf nyata () maka akan semakin baik.

-    Kedokteran dann teknik menggunakan : 1% atau tk. keyakinan 99%. Pertanian dan Ekonomi menggunakan  : 5% atau tk. Keyakinan 95%. Ilmu-ilmu Sosial : 10% atau tk. Keyakinan 90%





Langkah 3. Menentukan Uji Statistik :
Uji statistik adalah suatu nilai yang diperoleh dari sampel dan digunakan untuk memutuskan apakah akan menerima atau menolak hipotesa.

Misalkan apabila  n > 30
Nilai Z diperoleh dari rumus  berikut:

                       


Di mana:

Z        : Nilai Z
        : Rata-rata hitung sampel
        : Rata-rata hitung populasi
Sx        : Standar error sampel, di mana   apabila standar 
             deviasi populasi diketahui dan apabila standar
             deviasi populasi tidak diketahui

Langkah 4 Menentukan Daerah Keputusan

Daerah keputusan merupakan pernyataan tentang keadaan dimana Ho ditolak atau diterima yang didasarkan pada uji statistic. Apabila uji statistic Z maka daerah keputusan juga menggunakan nilai Z yang diperoleh dari taraf nyata. Nilai Z yang diperoleh dari taraf nyata disebut nilai kritis.

Bagaimana mencari nilai kritis ?
Misalkan taraf nyata ditentukan 5%, dengan distribusi normal didapatkan nilai Z. Untuk pengujian satu arah maka probabilitasnya = 0,5 – 0,05 = 0,4500, kemudian mencari nilai Z dengan probabilitas 0,4500 dan didapatkan nilai Z= 1,65 (nilai kritis).Daerah  dimana <1,65 merupakan daerah Ho diterima, sedang yang > 1,65 merupakan daerah penolakan Ho.


Daerah Keputusan Uji Satu Arah

                                 
                                 Ho
                             diterima
    

                                       
Untuk uji  dua arah, misalkan ditetapkan taraf nyata 5% maka taraf nyata dibagi 2 menjadi daerah yang sama besar.
Nilai  = 0,05 dan untuk 2 arah , kemudian dicari nilai Z dengan probabilitas = 0,5 – 0,025 = 0,4750, kemudian dengan menggunakan table Distribusi Normal didapatkan nilai Z =1,96, maka daerah Ho berada pada interval -1,96 sampai 1,96. Jadi nilai <-1,96 atau > 1,96 merupakan daerah penolakan Ho.
 
Daerah Keputusan Uji Dua Arah



                                             Deerah tidak
                                      Menolak Ho



Langkah ke 5 mengambil keputusan
Dengan melihat letak nilai Z pada daerah keputusan.
Untuk uji 2 arah, apabila nilai Z =2,45 maka nilai Z terletak pada daerah penolakan Ho dan keputusannya adalah menolak Ho dan menerima H1. Penolakan Ho karena nilai z berada diluar daerah penerimaan Ho yaitu dengan nilai Z antara -1,96 sampai 1,96.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar