Langkah 1. Merumuskan
Hipotesa
Hipotesa nol adalah suatu
pernyataan mengenai nilai parameter populasi
Misalkan :
Rata-rata hasil investasi TV Cantik Manis tidak berbeda secara nyata dari
13,17% atau rata-rata hasil investasi TV Cantik Manis sama dengan 13,17%, maka
Hipotesa nol dilambangkan ,
Ho :
= 13,17%
Hipotesa alternative dilambangkan, H1 : 
Hipotesa alternatif adalah suatu pernyataan yang diterima jika data sampel
memberikan cukup bukti bahwa hipotesa nol adalah ditolak
Langkah
2. Menentukan Taraf Nyata (
)
Taraf nyata adalah :
-
probabilitas menolak Ho apabila Ho
tersebut adalah benar.
-
nilai kritis yg dijadikan sebagai dasar utk menerima atau menolak Ho
dilambangkan dengan
, dimana
= 1- C
-
C adalah tingkat keyakinan. Apabila C = 0,95, maka
1-0,95 =0,05 Semakin besar nilai C, maka semakin kecil nilai 
-
Besar kecilnya nilai
tergantung pada berapa
besarnya tingkat kesalahan yang menyebabkan risiko dapat diterima, semakin
besar tingkat ke yakinan C dan semakin kecil taraf nyata (
) maka akan semakin baik.
-
Kedokteran
dann teknik menggunakan
: 1% atau tk. keyakinan
99%. Pertanian dan Ekonomi menggunakan
: 5% atau tk.
Keyakinan 95%. Ilmu-ilmu Sosial
: 10% atau tk. Keyakinan 90%
Langkah 3. Menentukan
Uji Statistik :
Uji statistik adalah suatu nilai yang diperoleh dari sampel dan digunakan untuk memutuskan
apakah akan menerima atau menolak hipotesa.
Misalkan apabila
n > 30
Nilai Z diperoleh dari rumus berikut:
Di mana:
Z :
Nilai Z
Sx : Standar error sampel, di mana
apabila standar
deviasi populasi diketahui dan 
apabila standar
deviasi populasi tidak diketahui
Langkah 4 Menentukan Daerah Keputusan
Daerah keputusan merupakan
pernyataan tentang keadaan dimana Ho ditolak atau diterima yang didasarkan pada
uji statistic. Apabila uji statistic Z maka daerah keputusan juga menggunakan
nilai Z yang diperoleh dari taraf nyata. Nilai Z yang diperoleh dari taraf
nyata disebut nilai kritis.
Bagaimana mencari nilai kritis ?
Misalkan taraf nyata
ditentukan 5%, dengan distribusi normal didapatkan nilai Z. Untuk pengujian
satu arah maka probabilitasnya = 0,5 – 0,05 = 0,4500, kemudian mencari nilai Z
dengan probabilitas 0,4500 dan didapatkan nilai Z= 1,65 (nilai
kritis).Daerah dimana <1,65 merupakan
daerah Ho diterima, sedang yang > 1,65 merupakan daerah penolakan Ho.
Daerah Keputusan Uji Satu Arah

Ho
diterima
Untuk uji dua arah, misalkan ditetapkan taraf nyata 5%
maka taraf nyata dibagi 2 menjadi daerah yang sama besar.
Nilai
= 0,05 dan untuk 2
arah
, kemudian dicari nilai Z dengan probabilitas = 0,5 – 0,025 =
0,4750, kemudian dengan menggunakan table Distribusi Normal didapatkan nilai Z
=1,96, maka daerah Ho berada pada interval -1,96 sampai 1,96. Jadi nilai
<-1,96 atau > 1,96 merupakan daerah penolakan Ho.
Daerah Keputusan Uji Dua Arah

Deerah
tidak
Menolak Ho
Langkah ke 5
mengambil keputusan
Dengan melihat letak nilai Z pada daerah keputusan.
Untuk uji 2 arah, apabila nilai Z =2,45 maka nilai Z terletak pada daerah
penolakan Ho dan keputusannya adalah menolak Ho dan menerima H1.
Penolakan Ho karena nilai z berada diluar daerah penerimaan Ho yaitu dengan
nilai Z antara -1,96 sampai 1,96.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar